Anies Rasyid Baswedan, Ph.D Hadiri National Academic Meeting di Universitas Janabadra

December 04, 2015 oleh admin FE Janabadra

salah satu kutipan perkataan bapak Anies Rasyid Baswedan, Ph.D yang dilontarkan ketika menjadi pembicara dalam National Academic Meeting di Universitas Janabadra Kamis 04 Desember 2015 " Saya Sarankan Ibu-Bapak yang hadir di sini untuk membaca kumpulan tulisan Ki Hajar Dewantara yang berjudul Pendidikan dan juga Kebudayakan. Buku ini diterbitkan oleh Taman Siswa, akan kita cetak agak banyak untuk dibagikan"

YOGYA,TRIBUN- Guru jangan hanya memberi pengetahuan yang perlu dan baik saja, tapi harus mendidik anak agar bisa mencari sendiri pengetahuan dan memakainya guna keperluan umum. Anies membahas tentang tantangan yang terlihat blobal tapi sebenarnya punya dimensi lokal, di antaranya adalah permasalahan lingkungan hidup.

"Bumi ini usianya sudah lebih dari 4,5 miliar tahun. Bumi sudah melewati segala macam kondisi ekstrem . Bagi bumi, ini hanya merupakan titik kecil di dalam perjalannanya. Ini buat manusia yang ada di bumi," urainya.

Dikatakan Anies, konflik yang muncul di banyak negara dipicu oleh pengelolaan sumberdaya lingkungan yang tidak selalu dijalankan dengan benar. Konflik berkepanjangan tersebut bisa dilihat di Afrika yang diawali dan diperparah masalah lingkungan.

"Faktor lingkungan maenjadi sesuatu yang sangan mendasar. Salah satu komponen utamanya adalah edication sustanable Development," beber mantan Rektor Paramadina tersebut.

Anies menambahkan, pendidikan lingkungan berkelanutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan hidup, namun juga lingkungan sosial.

Model pendidikan yang bisa megantar Indonesia menuju pembelajaran semacam itu, menurut dia,bisa didapatkan melalui ajaran Ki Hajar Dewantara.

"Banyak pengamata Pendidikan yang sekolah jauh-jauh, lalu baca tulsian Ki Hajar Dewantara jadi "gelo". Ternyata ilmu yang mereka pelajari di luar negri tersebut , sudah ditulis Ki Hajar Dewantara sejak 80 tahun yang lalu,"Ungkap Anies.

Ki Hajar Dewantara menuliskan konsep belajar tiga dinding. Salah satu dinding belajar yang digunakan untuk belajar harus terbuka untuk lingkungan luar.

Anies menegaskan, anak-anak tidak boleh lepas dari realitas yang terjadi di luar ruang kelas.

"Saya sarankan Ibu-Bapak yang hadir disini untuk membaca Kumpulan tulisan Ki Hajar Dewantara yang berjudul Pendikan dan juga kebudayaan. Buku ini di terbitkan oleh Taman Siswa, adak di cetak agak banyak untuk di bagikan,"kata Anies.

Anies Mengatakan, Pendikan berbasis lingkungan juga mensyaratkan guru-guru untuk tidak kaku dan mampu mengembangkan kurikulum serta mampu mampu menyesuaikan dengan konteks.

"Yang paling pentingan adalah Kepala Sekolah. Kepala Sekolah yang berdaya dan mampu memimpin dengan baik akan memiliki dampak besar dalam proses pemberlajaran lngkungan hidup kata dia.

(kur-Tribun Jogja Jumat,04 Desemebr 2015)

Tuliskan komentar

(*) Merupakan informasi yang wajib anda isi